Tarian Ombak (bag.5)

(silahkan klik DISINI untuk membaca bagian pertama)


LIMA

Damned!”. John mengumpat kesal. Suara gelas pecah yang tidak sengaja ia senggol telah memutus mimpinya.
Dengan malas ia mencoba bangkit dan mengusap wajahnya yang terlihat letih. Diraihnya botol whiskey sisa semalam lalu menenggak isinya yang hanya tinggal beberapa tetes saja.
“Sial!”, kembali ia menggerutu sambil melangkah menuju rak minuman.
“Awwwchhh!…”
Sebuah serpihan gelas menancap di telapak kakinya.
”Benar-benar hari yang sial!”.
Kembali John mengoceh tak jelas ketika tidak menemukan apa yang dicarinya. Ia lupa bahwa botol-botol di rak itu telah lama kosong.
Wajahnya semakin menunjukkan kekesalan, dengan sedikit terpincang ia berjalan menuju ke kamar kemudian membuka sebuah lemari kecil yang ada di sisi tempat tidur. Diraihnya sebotol anggur yang ada di sana tapi dengan cepat segera dikembalikannya. Seraut wajah seketika muncul begitu bibir botol itu menempel di bibirnya.
Direbahkan tubuhnya di atas kasur. Sebentuk rasa rindu kembali hinggap, menyeruak kedalam relung jiwanya. Selama dua tahun ini hanya sesekali saja ia tidur di ranjang itu, itu pun ia lakukan jika benar-benar sudah tidak sanggup menahan rasa rindu yang menderanya.
John meringkuk memeluk guling, seperti ingin meraih kembali sosok yang tak pernah lagi bisa irengkuhnya.

*  *  *
... bersambung ...
tarian ombak, novel
baca cerita lainnya: MENJARING BUIH