Semangat, arah dan tujuan negara ini sebenarnya begitu indah, hal ini bisa kita baca dari catatan sejarah pendiriannya, baik dalam niat maupun wacana yang tertuang dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945 dan batang tubuhnya. Namun cita-cita itu nampaknya semakin jauh dari kenyataan dan harapan. Jika kita membahasnya seperti bercerita tentang kenangan lama atau bahkan impian kosong belaka. Kita seperti kehilangan arah, penduduk negeri seperti anak ayam kehilangan induknya.
 |
| bendera setengah tiang |
SALAH SIAPA?
bukan salah konsep dan idealismenya, tapi sebab utama semua ini adalah pada perubahan motif orang-orang yang sengaja memilih bergabung menjadi pengelola didalamnya, telah terjadi perubahan motif dan orientasi dari orang-orang yang menjadi pejabat publik.
kalau dulu umumnya dengan niat demi bangsa, sekarang orang menjadi pejabat dan pegawai motifnya sekedar karir dan harapan jaminan kemapanan di hari tua.
sudah sangat langka dari mereka yang menganggapnya sebagai sebuah pengabdian, tapi tidak lebih tujuannya keduniawian, bukan lagi spirit kepuasan rohani tapi tak lebih mengejar materi.
salahkah semua ini?
secara pribadi tentu saja tidak bisa disalahkan begitu saja, karena secara manusiawi tentu mereka berhak memilih profesinya. dan nyatanya, memang jalur inilah yang paling gampang untuk mencari garansi hari tua. karena sebuah idealisme ideologi pribadi tidak bisa dipaksakan kepada orang lain, selama dengan catatan harus ada koridor yang membatasi semuanya, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan wewenang dan jabatan.
koridor itu adalah HUKUM.